Rembulan dan Mentari yang dinanti
Di ufuk timur telah terbit fajar, sangat setia hari itu Mentari bersinar. Bumi pun senang karena sang pangerannya datang untuk menemani dan menjaganya di sepanjang hari. Lalu ditutup dengan memberikan jingganya senja. Dan setelah sang fajar terbenam, disambutnya dengan kedatangan sang purnama Rembulan namanya. Memberikan ketenangan dan pengertian kepada Bumi dengan dibawakannya bintang-bintang pada malam hari. Aku sendiri, disini sebagai Awan. Entahlah tapi aku selalu berselisih paham dan bersalah atas kesedihan Bumi. Namun, dengan adanya aku Bumi akan selalu mendapatkan sesuatu yang tepat pada waktunya. Sesuai dengan apa yang ia butuh kan. Di suatu ketika pada akhir tahun, saat itu musim penghujan dan aku sedang mendung-mendungnya. lya, aku sangat merasa bersalah karena aku, Bumi tidak dapat cahaya dari Mentari dan Rembulan. Dia hanya menangis dan mengeluh tiap waktu. Mentari marah sangat marah kepadaku. Mengetahui hal itu. "Ada apa denganmu Awan kenapa kau sela...